15 Desember 2008

Perbandingan Antara 'Korea dan Indonesia'

| No comment

Perbandingan Antara 'Korea dan Indonesia'

dari ''Sudut Pandang Ke-agama-an''

 

Pengantar

            Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.

            Kata "agama" berasal dari bahasa Sansekerta āgama yang berarti "tradisi".[1]. Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.

 

            Beberapa pendapat:

            1. Dalam bahasa Sansekerta

            Kata "agama" berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti "tradisi".

Dalam bahasa Sansekerta artinya tidak bergerak (Arthut Mac Donnell).

Agama itu kata bahasa Sansekerta (yaitu bahasa agama Brahma pertama yang berkitab Veda) ialah peraturan menurut konsep Veda (Dr. Muhammad Ghalib);

 

            2. Dalam bahasa Latin

Agama itu hubungan antara manusia dengan manusia super (Servius)

Agama itu pengakuan dan pemuliaan kepada Tuhan (J. Kramers Jz);

 

            3. Dalam bahasa Eropa

Agama itu sesuatu yang tidak dapat dicapai hanya dengan tenaga akal dan pendidikan saja (Mc. Muller dan Herbert Spencer).

Agama itu kepercayaan kepada adanya kekuasan mengatur yang bersifat luar biasa, yang pencipta dan pengendali dunia, serta yang telah memberikan kodrat rohani kepada manusia yang berkelanjutan sampai sesudah manusia mati (A.S. Hornby, E.V Gatenby dan Wakefield);

 

            4. Dalam bahasa Indonesia

Agama itu hubungan manusia Yang Maha Suci yang dinyatakan dalam bentuk suci pula dan sikap hidup berdasarkan doktrin tertentu (Drs. Sidi Gazalba).

Agama adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1997);

 

            5. Dalam bahasa Arab

Agama dalam bahasa arab ialah din, yang artinya :

            - taat                                        - kekuasaan

            - takut dan setia                      - siasat

            - paksaan                                 - balasan

            - tekanan                                 - adat

            - penghambaan                        - pengalaman hidup

            - perendahan diri                     - perhitungan amal

            - pemerintahan                        - hujan yang tidak tetap turunnya, dll.

 

            Sinonim kata din dalam bahasa arab ialah milah. Bedanya, milah lebih memberikan titik berat pada ketetapan, aturan, hukum, tata tertib, atau doktrin dari din itu.

Perbedaan

            Perbedaan antara Korea dan Indonesia dari sudut pandang keagamaan, bisa kita lihat dari dalam perspektif sejarah dan kehidupan keagamaan dalam masyarakat di masing-masing negara. Dengan sedikit pengetahuan dan beberapa sumber terpercaya yang penulis dapatkan, di bawah ini penulis mencoba menguraikan sedikit hal  tentang keagamaan dari masing-masing negara, dengan data sebagai berikut;

 

            Di Korea

Kebebasan untuk memeluk suatu agama telah diberikan kepada masyarakat Korea sendiri berdasarkan Undang-Undang negara Korea. Dan, agama Budha dan Kristen (Protestan dan Katholik) merupakan dua agama terbesar di Korea Selatan. Sehingga, gereja banyak didirikan di Korea. Mesjid di Korea hanya ada sekitar delapan mesjid, dua bangunan mesjid di Seoul, dan enam lainnya tersebar di beberapa kota besar lain di luar kota Seoul, ini semua karena penganut agama Islam sangat sedikit. Itu pun banyak di anut oleh orang-orang asing yang bekerja di Korea. 

Akan tetapi, di lain pihak masih sebagian besar masyarakat Korea adalah Atheis, banyaknya warga Korea Selatan yang tidak memiliki agama. Ratusan agama baru dapat ditemukan di Korea. Hampir semua agama baru ini adalah Sinkretik, yang berarti menggabungkan berbagai sistem kepercayaan yang berbeda. Sehingga menyebabkan perbedaan agama yang satu dengan yang lainnya menjadi samar. Di Korea, salah satu gereja yang terkenal adalah gereja persatuan, didirikan tahun 1954 oleh Sun Myung Moon. Dan salah satu agama baru yang tertua adalah Ch’ŏndogyo (mengajarkan jalan kesenangan), didirikan tahun 1860, agama ini menggabungkan elemen ajaran Confusianisme, Budha, Kristen, Daoisisme dan Shamanisme.

 

            Shamanisme Korea berakar pada kebudayaan kuno wilayah timur laut Asia. Kepercayaan ini merupakan sistem kepercayaan masyarakat kuno yang merupakan hal penting dalam warisan kebudayaan Korea. Didasari oleh kepercayaan animisme, Shamanisme menitikberatkan pada ritual atau upacara ramalan oleh penganut kepercayaan (Mudang), yang kebanyakan adalah wanita. Walaupun Shamanisme bukan merupakan agama, banyak masyarakat Korea yang berkonsultasi dengan penganut Shamanisme ketika merasakan kesedihan atau kesusahan. Selain itu, aturan Shamanisme yang mempercayai bahwa setiap objek di alam memiliki arwah dan jiwa masih dipercaya luas di Korea selatan.

 

            Confusianisme, lebih merupakan filosofi moral ketimbang sebuah agama, dalam berbagai hal lebih terkemuka dalam kebudayaan Korea daripada berbagai agama yang ada. Confusianisme diperkenalkan pertama kali di Cina 2000 tahun yang lalu. Banyak ajarannya menggabungkan kehidupan sosial dan moral bangsa Korea. Confusianisme memberikan bukti dalam prakteknya, seperti memberikan prioritas utama dalam pendidikan dan menghormati yang lebih tua, dan juga upacara adat untuk mengenang nenek moyang.

 

            Ajaran Mahayana dari agama Budha diperkenalkan dari India melalui Cina pada abad ke-4. Kerajaan-kerajaan di Korea menjadikan agama Budha sebagai agama resmi pada permulaan tahun 500 sampai 1392, ketika dinasti Choson mulai memperkenalkan Neo-Confusianisme sebagai ideology bangsa dan mulai mengucilkan agama Budha. Saat penganut Budha menyebar di berbagai daerah di Korea, dan banyak terdapat biara dan candi Budha. Penganut Budha Son, yang menitikberatkan pada meditasi, berasal dari Cina yang dikenal sebagai penganut Budha Chan, dan pada akhirnya berpindah dari Korea ke Jepang, yang lebih dikenal sebagai penganut Budha Zen.

 

            Taoisme lebih dikenal To-gyo di Korea, merupakan filosofi mistis yang juga diperkenalkan dari Cina bersamaan dengan ajaran Budha. Banyak prinsipnya sama dengan kebudayaan Korea seperti menitikberatkan keselarasan dengan alam, kesederhanaan, kemurnian, dan keabadian.

 

            Korea secara resmi tertutup untuk kalangan misionaris sampai tahun 1882, walaupun pengetahuan akan agama Kristen sudah dikenal sebelumnya. Keanggotaan di dalam persatuan Kristen sangat berkembang sejak tahun 1950-an, dan saat ini Korea adalah negara dengan penganut Kristen terbesar di Asia Timur. Sekitar tiga perempat penganut Kristen Korea adalah protestan, sementara sisanya adalah penganut Katolik Roma.

 

Di Indonesia

            Enam agama besar yang paling banyak dianut di Indonesia, yaitu: agama Islam, Kristen Protestan dan Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Sebelumnya, pemerintah Indonesia pernah melarang pemeluk Konghucu untuk mempraktekkan agamanya secara terbuka. Namun, melalui Keppress No. 6/2000, Presiden Abdurrahman Wahid mencabut larangan tersebut. Tetapi sampai kini masih banyak penganut ajaran agama Konghucu yang mengalami diskriminasi oleh pejabat-pejabat pemerintah. Ada juga penganut agama Yahudi, Saintologi, Raelianisme dan lain-lainnya, meskipun jumlahnya relatif sedikit.

 

            Menurut Penetapan Presiden (Penpres) No.1/PNPS/1965 junto Undang-undang No.5/1969 tentang Pencegahan Penyalah gunaan dan Penodaan agama dalam penjelasannya pasal demi pasal dijelaskan bahwa Agama-agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk Indonesia adalah: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Meskipun demikian bukan berarti agama-agama dan kepercayaan lain tidak boleh tumbuh dan berkembang di Indonesia. Bahkan pemerintah mempunyai kewajiban untuk mendorong dan membantu perkembangan agama-agama tersebut.

Sebenarnya tidak ada istilah agama yang diakui dan tidak diakui atau agama resmi dan tidak resmi di Indonesia, kesalahan persepsi ini terjadi karena adanya SK (Surat Keputusan) Menteri dalam negeri pada tahun 1974 tentang pengisian kolom agama pada KTP yang hanya menyatakan kelima agama tersebut. Tetapi SK (Surat Keputusan) tersebut telah dianulir pada masa Presiden Abdurrahman Wahid karena dianggap bertentangan dengan Pasal 29 Undang-undang Dasar 1945 tentang Kebebasan beragama dan Hak Asasi Manusia.

 

            Selain itu, pada masa pemerintahan Orde Baru juga dikenal Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang ditujukan kepada sebagian orang yang percaya akan keberadaan Tuhan, tetapi bukan pemeluk salah satu dari agama mayoritas.

 

Kesimpulan 

            Data yang penulis terakan diatas adalah perbedaan antara Korea dan Indonesia dari sudut pandang  keagamaan dari dalam masyarakat di masing-masing negara. Dengan sedikit pengetahuan dan beberapa sumber terpercaya yang penulis dapatkan, penulis mencoba berpendapat  bahwa suatu status keagamaan di Korea tidak begitu diutamakan dalam kehidupan luar, melainkan orang yang ingin beragama dan sudah tahu manfaat dari agama yang dianut. Sedangkan di Indonesia, status keagamaan sangat diutamakan baik dalam kehidupan luar ataupun pribadi.

 

Dari sedikit uraian data dan kesimpulan diatas, penulis harapkan bisa mendapatkan masukan, saran, kritik, ataupun tanggapan dari Prof. Yang Seung-Yoon. Akhir kata, untuk mengakhiri tugas  ini saya ucapkan terima kasih.

 Muhadi

Catatan kaki

[1]        ^ Menurut kamus Sansekerta-Inggris Monier-Williams (cetakan pertama tahun 1899) pada entri āgama: ...a traditional doctrine or precept, collection of such doctrines, sacred work [...]; anything handed down and fixed by tradition (as the reading of a text or a record, title deed, &c.)

 

Referensi

- MH, Amin Jaiz, Pokok-pokok Ajaran Islam, Korpri Unit PT. Asuransi Jasa Indonesia Jakarta, 1980

- Monier Williams, 1899, A Sanskrit English Dictionary. Oxford University Pressa

- www.indonesiaseoul.com

- Lokakarya Tentang Korea III, Kerjasama Pusat Studi Korea, Universitas Gadjah Mada dan The Korea Foundation

- http://id.wikipedia.org/wiki/Agama#_note-0

-http://id.wikipedia.org/wiki/Agama_Asli_Nusantara

Tags :

Follow by Email

Popular Posts

Accordition

Well, the way they make shows is, they make one show. That show's called a pilot. Then they show that show to the people who make shows, and on the strength of that one show they decide if they're going to make more shows.

Like you, I used to think the world was this great place where everybody lived by the same standards I did, then some kid with a nail showed me I was living in his world, a world where chaos rules not order, a world where righteousness is not rewarded. That's Cesar's world, and if you're not willing to play by his rules, then you're gonna have to pay the price.

You think water moves fast? You should see ice. It moves like it has a mind. Like it knows it killed the world once and got a taste for murder. After the avalanche, it took us a week to climb out. Now, I don't know exactly when we turned on each other, but I know that seven of us survived the slide... and only five made it out. Now we took an oath, that I'm breaking now. We said we'd say it was the snow that killed the other two, but it wasn't. Nature is lethal but it doesn't hold a candle to man.

You see? It's curious. Ted did figure it out - time travel. And when we get back, we gonna tell everyone. How it's possible, how it's done, what the dangers are. But then why fifty years in the future when the spacecraft encounters a black hole does the computer call it an 'unknown entry event'? Why don't they know? If they don't know, that means we never told anyone. And if we never told anyone it means we never made it back. Hence we die down here. Just as a matter of deductive logic.